Tuesday, September 25, 2012

Nggak Terlalu Penting

Aku tiba-tiba ngerasa ceritaku Suzerain bener-bener nggak ada arahnya.. entah aku ngerasa buntuuuuu banget. Apa mungkin karena aku ngebuat itu sejak kelas 9 dan sekarang udah jadi anak kelas 10 alias 1 SMA? Beneran deh, aku nggak tau harus gimana... Masa' iya harus aku ulangin lagi?? T_____T bantu akuuu.. Jadi kelas 10 itu capek ternyata, nggak sama kayak SMP dulu... Jadinya, ini beneran nggak nemu titik terang.. Pengen nerusin, tapi paradigma uda beda dari SMP dulu, tapi kalo ga dilanjutin, nggak tanggung jawab banget kan?? Huwe~~

Sunday, September 23, 2012

Suzerain Chapter 10


Chapter 10

Selama ini, Ralph selalu tersenyum. Ia bisa menjadi sosok yang seolah tidak memiliki beban. Semua orang memandang Ralph sebagai orang yang kuat. Namun, dibalik itu Ralph menyimpan rapat-rapat kenangan buruk yang pernah menimpanya. Mungkin hanya Revan yang benar-benar melihat seperti apa Ralph saat itu..

Flashback~
             “Ayaaaaaaah!! Ayah tolong aku, Ayaaaaaaaaaaaaaaaah!!” teriak seorang anak berambut ungu saat ada beberapa orang tak dikenal menariknya paksa.
             “Anak yang sangat manis, ya.. Cepat bawa dia. Kurasa hari ini kita beruntung,” ujar salah seorang pria asing itu.
             Anak berambut ungu bernama Ralph sebenarnya tidak lemah samasekali. Ia sudah bisa memakai senjata seperti pisau dan pistoll. Tapi, jika bahkan ia tak bisa bergerak, maka ilmunya itu samasekali tidak berguna. “Hei! Apa mau kalian? Lepaskan aku!!”