Thursday, December 20, 2012

Dalam Diam

Dalam diam aku tersenyum
Kulihat laku lembutmu itu
Kurasa afeksi kasihmu
Kubalas semua itu dalam diam

Langkah beratmu memapahku
Menuju cahaya gemerlap dunia
Mendorongku untuk maju
Menyiapkanku untuk berjaya

Dalam diam aku menangis
Meratapi kebodohan sikapku
Mengutuki kekeluan lidahku
Yang nyeri untuk bicara

Dalam diamku kusampaikan isyarat
Dalam diamku kupanjatkan doa
Dalam diamku aku memanggil
Meminta, memohon agar kaubahagia

Kutersenyum dalam diam
Kumenangis dalam diam
Ingin kuserukan cintaku ini
Tapi semua hanya dalam sunyi

Diam
Aku hanya kuat berdiam
Kelu menyatakan
Nyeri bila kutahan

Cintaku dalam diam
Segala afeksi kuungkapkan
Sekali lagi hanya dalam diam
Aku menyampaikan

Cinta tak terucapkan
Bukan kasih tak tersampaikan
Aku hanya diam tenang
Tapi bukan berarti tidak sayang..

Thursday, December 6, 2012

Sedikit Cerita

Hari ini aku nyontek. Wow bnget ya, aku nyontek pas sejarah. Sebnarnya, aku agak gimana gitu mau nanya.. tapi susah banget e. Hiks :"( terus yg bikin sesek itu pengawasnya yng diam menenggelamkan. Beliau diem aja, mondar mndir gitu tpi ga negur ato apalah yang bisa dilakukan itu nggak dilakukan beliau. Oke, itu bikin aku malah curiga. Aku nggak mau nympe dituli di berita acara dan aku nggak tau itu. Jujur aja aku nyesel kok, tanpa harus ditulis disitu. Aku cuma jadi mikir aja, guru se"plain" itu tega apa nggak ya ngadepin yang kayk tadi itu.. apalagi yang nyontek kn ga cumn aku, tapi nggk tau juga kalo aku ketauan tapi yng lain nggak... bhkn hampir sekelaas td nyontek semua. Sekali lagi aku nyesel n udah cukup aku pengen balik jujur lagi aja.. nyoba-nyoba nya udah..

Friday, November 23, 2012

Just my opinion..

"Ada elang yang bisa segera terbang setelah menetas, tapi ada juga yang harus banyak berlatih. Ada yang sanggup melayang lama di udara, ada pula yang harus turun untuk istirht sejenak, bhkan ada pula yg hrs berlatih lagi tiap kali akn terbang."

Kita punya batas. Masing2 punya cara dalm keterbatasannya. Itu harus diselami, ditangani dengan tepat.. agar kita bisa menjadi elang yang terbang dengan gagah meski cara2nya berbeda..

Tuesday, September 25, 2012

Nggak Terlalu Penting

Aku tiba-tiba ngerasa ceritaku Suzerain bener-bener nggak ada arahnya.. entah aku ngerasa buntuuuuu banget. Apa mungkin karena aku ngebuat itu sejak kelas 9 dan sekarang udah jadi anak kelas 10 alias 1 SMA? Beneran deh, aku nggak tau harus gimana... Masa' iya harus aku ulangin lagi?? T_____T bantu akuuu.. Jadi kelas 10 itu capek ternyata, nggak sama kayak SMP dulu... Jadinya, ini beneran nggak nemu titik terang.. Pengen nerusin, tapi paradigma uda beda dari SMP dulu, tapi kalo ga dilanjutin, nggak tanggung jawab banget kan?? Huwe~~

Sunday, September 23, 2012

Suzerain Chapter 10


Chapter 10

Selama ini, Ralph selalu tersenyum. Ia bisa menjadi sosok yang seolah tidak memiliki beban. Semua orang memandang Ralph sebagai orang yang kuat. Namun, dibalik itu Ralph menyimpan rapat-rapat kenangan buruk yang pernah menimpanya. Mungkin hanya Revan yang benar-benar melihat seperti apa Ralph saat itu..

Flashback~
             “Ayaaaaaaah!! Ayah tolong aku, Ayaaaaaaaaaaaaaaaah!!” teriak seorang anak berambut ungu saat ada beberapa orang tak dikenal menariknya paksa.
             “Anak yang sangat manis, ya.. Cepat bawa dia. Kurasa hari ini kita beruntung,” ujar salah seorang pria asing itu.
             Anak berambut ungu bernama Ralph sebenarnya tidak lemah samasekali. Ia sudah bisa memakai senjata seperti pisau dan pistoll. Tapi, jika bahkan ia tak bisa bergerak, maka ilmunya itu samasekali tidak berguna. “Hei! Apa mau kalian? Lepaskan aku!!”

Monday, August 20, 2012

My Sketch of SuZeRain




Dennis n Nathael.. hahahaha just a sketch i did when i get break at school. ;) Nah, what do you think about them?? I suggest you to read my fiction entitled "SuZeRain" if you don't understand. Ah, I call them as a-sweet-pair of my story.. Yaa, altough they're not a couple (hahahahahahaXD) and you can see other couple (yaoi and straight) in my story.. hahahaha but please remember, this is just for FUN!! So, if you dislike, you may say it to me and i'll suggest you another fiction i made :3

SuZeRain Chapter 9


Chapter 9
             Revan termenung di tepi kolam renang belakang rumahnya. Mulai hari ini, sejak ia dinyatakan tak bersalah oleh David, ia kembali ke rumah keluarganya. Meski sebenarnya ia curiga mengapa David melakukan ini, tapi ia berusaha memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Apalagi, kini perebutan kekuasaan antara ia dan David sudah menjadi masalah nasional yang artinya ini akan menjadi perang internal yang besar dan beresiko.
             Tiba-tiba, tiap kali Revan mengingat David dan segala perbuatan jahatnya, bayangan Daniel selalu datang. Sepupunya yang sangat dekat dengannya itu mati di tangan busuk David, dalam skenario iblisnya itu. Revan sendiri sebenarnya sanggup bertahan karena teringat dendam Daniel yang menurutnya harus dibalaskan.
             “Kakak..” panggil Luna—adiknya.  Luna kemudian memeluk Revan dari belakang dengan tangan lembutnya. “Apa kakak baik-baik saja?”
             “Ah, iya aku baik-baik saja. Ada apa? Darimana saja kau?” balas Revan seraya tersenyum.
             “Aku pergi bersama Vincent.”

SuZeRainChapter 8


Chapter 8


             “Bisa bicara sebentar?” pinta seorang pria paruh baya yang tampak masih cukup muda. Rambut merahnya belum banyak beruban, dan sosoknya masih tetap gagah. Ya, Raymond Rilf Nightford memang tak pernah banyak berubah.
             “Ah? Tentu saja,” jawab pria berambut silver yang kira-kira sepantaran dengan pria tadi. Tanpa sengaja, Raymond melihat kalung lawan bicaranya itu putus dan jatuh.
             “Benda apa ini?” tanya Raymond seraya mengambilkannya untuk pria bernama Alfred Rainlord itu.
             “Bukan apa-apa,” jawab Alfred cepat. Ia segera menyambar kalung itu dan menyimpannya. “Jadi, ada perlu apa?”
             Raymond tersenyum tipis diiringi tatapan sendu yang samar. “Aku tidak percaya kau tega melakukan ini pada kami, Al.”
             “Aku tidak melakukan apapun,” jawab Alfred serius. “Semua itu hasil kerja adik bungsuku.”

Sunday, July 29, 2012

SuZeRain Chapter 7


Chapter 7
             Pagi mulai meretas dinginnya malam yang menusuk tulang. Dennis membuka mata dan menyadari dirinya sudah berada di tempat berbeda dari sebelumnya. Kasur yang besar dan nyaman diletakkan di kamar yang memiliki banyak ventilasi. Sungguh tempat yang membuatnya merasa nyaman.
             Kemudian, ia baru menyadari bahwa baju yang ia kenakan juga berbeda dari sebelumnya. Dalam hati Dennis bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. Dan jika mimpi buruknya terulang, kenapa ia diperlakukan sebaik ini? Kemudian, siapa pemuda yang kini masih tertidur disampingnya itu? Dennis benar-benar tidak tahu apa yang telah terjadi.
             “Kenapa bangun? Ini masih jam lima pagi,” tanya pemuda berambut hitam yang tidur disamping Dennis itu. Suaranya yang berat membuat Dennis menoleh seketika dan terbelalak melihat sepasang mata pemuda itu.
             “Eh? Mata itu—“

Saturday, July 28, 2012

SuZeRain Chapter 6


Chapter 6
             “Ralph, kapan kalungku dikembalikan?” tanya Dennis setengah merengek. Sudah hampir seminggu Revan ‘menyita’ kalung Dennis.
             Ralph tersenyum. “Sabarlah. Ia sedang berusaha mengembalikan masa lalumu dan membuka amasa depanmu.”
             “Aku tidak mengerti.”
             “Kau akan mengerti nanti..”
**
             Revan duduk bersandar di kursi kerjanya. Mata tajamnya sibuk meneliti kalung Dennis hingga akhirnya ia berhasil menggabungkannya dengan liontin kalung yang ia punya.
             “Benar-benar menarik..” gumamnya saat berhasil menemukan ‘fungsi tersembunyi’ dari kalung itu. Ia tersenyum puas dengan hasil yang ia dapat.

Friday, July 27, 2012

SuZeRain chapter 5


Chapter 5

             “Oh, jadi begitu?” Revan hanya menanggapi dengan nada datar. “Siapa namanya?”
             “Dennis,” jawab Dennis pelan.
             “Oh. Baiklah Dennis, kemarilah. Ralph, siapkan kamar untuk anak ini,” perintah Revan.

Thursday, July 26, 2012

SuZeRain Chapter 4


Chapter 4
             Ralph terbayang sosok anak berambut biru yang menabraknya beberapa waktu lalu. Wajah ketakutan dan panik anak itu sama sekali tidak bisa hilang dari kepala Ralph. Apalagi mata berwarna biru safir itu mirip sekali dengan deskripsi orang yang Nathael cari. Ia segera pergi ke wilayah yang biasanya menjadi markas para mafia, dan juga tempat ia menghabiskan masa kanak-kanak..

             Ralph berjalan menyusuri jalanan yang begitu sepi. Ini sudah hampir tengah malam, pasati kegiatan prostitusi sedang berjalan. Ralph menangkap bayangan anak berambut biru yang telah menabraknya beberapa waktu lalu itu duduk di balik pagar berduri. Ralph melihat sekeliling, dan rasanya ia seperti kembali ke rumah. Walau ia sangat membenci tempat ‘kotor’ ini, nyatanya tempat ini pernah menaunginya selama sepuluh tahun.
             “Apa yang kaulakukan disini? Kau harus mencari uang.”
             “Aku lelah,” terdengar anak itu membantah.
             “Kau—“ terdengar suara cambukan dari tempat anak itu tadi duduk. Kini ia tak sendirian, ada seseorang yang berdiri diepan anak itu.

Wednesday, July 25, 2012

Fanfiction (Vincent x Ara)

[SuZeRain] Vincent x Ara

            “Terlambat lagi, Aranda?” Tanya seorang petugas kedisiplinan yang jadi begitu mengenal Aranda Kurotori karena terlalu sering terlambat.
            “Maaf,” ujar Ara pelan. Ia menggaruk rambut hitamnya yang tidak gatal. Ia harus akui ini keselian kalinya ia terlambat bahkan dalam minggu ini.
            “Masuklah. Aku hari ini tidak akan menghukummu. Anggap saja aku sedang baik hati.”
            “Sungguh?!” mata Ara berbinar mendengarnya. Pemuda bernama Reito Tetsuya itu hanya mengangguk.
            Ara berlari secepat kilat menuju kelasnya yang terletak di ujung koridor. Meninggalkan seseorang yang tanpa diketahinya sebenarnya sengaja terlambat untuk menemaninya.

SuZeRain Chapter 3


Chapter 3
             Revan benar-benar mencarikan apa yang diinginkan Nathael. Sedangkan Nathael juga menepati semua janjinya pada Revan. Ia telah berjanji akan menjadi pelindung bagi Revan, terlebih setelah mengetahui bahwa mereka memiliki musuh yang sma.
             Ralph terus mengawasi Nathael sembari mencoba melacak keberadaan Dennis Alucard Blackwill yang diperkirakan tinggal tak begitu jauh dari tempat tinggal mereka sekarang. Tak jarang Revan ikut turun ke lapangan untuk mencari keberadaan anak yang kelihatannya tidak bodoh karena berhasil memanipulasi data asli yang tersimpan di S.S.S.
             “Tuan.. Tidak apa-apa sebenarnya jika hanya aku yang pergi, ‘kan?” tanya Ralph.
             “Panggil namaku. Aku tidak butuh panggilan seperti itu,” Revan mengalihkan pembicaraan.
             “Baiklah, Revan..”

SuZeRain Chapter 2

             Chapter 2
                “Pyarr!!”
             “Ah, maafkan aku,” ujar Revan saat tangannya tak sengaja mendorong gelas hingga terjatuh dari meja. Matanya diturupi perban sehingga ia tak bisa melihat. Ada rasa kesal saat ia merasa tak pernah bisa melakukan hal-hal yang seharusnya ia lakukan sendiri..
             “Tidak apa-apa. Lain kali, mintalah bantuanku.. Jangan paksakan dirimu,” ujar Ralph seraya segera membersihkan pecahan kaca.
             “Aku benci menjadi tidak berguna,” ujar Revan yang hanya diam mematung.
             “Tuan—“

Tuesday, July 3, 2012

Ralph Christian Robin


Artline-nya punya Ara. Warnanya punya Epan. Tapi karena gambarnya dibuat untuk Epan, maka gambar ini punya Epan. Orisinalitas karakternya punya Epan, orisinalitas gaya gambar punya Ara karena ini OC punya Epan. wkwkwk

Tuesday, June 19, 2012

YOHIO in PINK!!

Cuman iseng, penasaran aja yohio gimana kalo rambutnya kaya begini.. =,= nggak rapi...

Friday, June 15, 2012

Katakana-Hiragana XD Yeah~

Aku nemu,, ndak keburu ilang XD dari punya nya Pica XD
cr : PICA!! X3

Daftar Huruf Katakana

      A       I      U     E      O     
-     ア イ ウ エ オ
K カ キ ク ケ コ
S サ シ ス セ ソ
T タ チ ツ テ ト
N ナ ニ ヌ ネ ノ
H ハ ヒ フ ヘ ホ
M マ ミ ム メ モ
R ラ リ ル レ ロ
W ワ       ヲ
Y ヤ   ユ   ヨ







~ シ dibaca "shi", bukan "si"
~ チ dibaca "chi", bukan "ti"
~ ツdibaca "tsu", bukan "tu"
~フdibaca "fu", bukan "hu"


Huruf hiragana


   A       I       U     E      O
-   あ い う え お
K  か き く け こ
S  さ し す せ そ
T  た ち つ て と
N  な に ぬ ね の
H  は ひ ふ へ    ほ
M  ま み む め も
R   ら り る れ ろ
W  わ       を
Y   や    ゆ   よ


~ し dibaca "shi", bukan "si"
~ ち dibaca "chi", bukan "ti"
~ つ dibaca "tsu", bukan "tu"
~ ふ dibaca "fu", bukan "hu"

Versailles ~Their Real Name~

Aku nemu ini XD udah lama, sih..

cr :acchanobara on tumblr XD _taruh diatas deh_

Nama aslinya members Versailles~ ndak aku sendiri juga lupa dan repot nyari, mending juga dipajang disini, 'kan? Yeahaaa~ *dipukul gitar Teru*

Okei, kita mulai.. Aku pasang gambar dari single Rhapsody of The Darkness yah.. XD

Thursday, June 14, 2012

Arjuna

ARJUNA XD

Trial(?) XD

Iseng (lagi) ceritanya kembar gitu.. mirip nggak??

Evan-Ara "First Collaboration"

Gambar kolaborasiku sama ARA XD

TERUUUUUUU~~ XD


Aku menggalau.. Jadi aku menjelma menjadi makhluk yang suka sarapan Y.Y dan tentu saja aku jadi eror(r) kayak gini..

Tau Teru nya Versailles kan? Itu yang rambutnya slalu silver.. yang rambutnya hemat unyua XD
 << Itu rambutnya di single Rhapsody of The Darkness.

































TERUs aku iseng aja warnain gitu.. jadi kayak gini XD *diinjek Teru* aku kan nggak mungkin mewarnain pahanya, 'kan? *tampang santai* *disepak*
v
v
v


birunya agak mirip ama ungu -,-

Merah menyalaa XDD


Rambutnya hijau~ GO GREEEN!! *plak*

Ungu.. Mirip banget ama OC-ku T^T..... aah~ TERUng ungu~ *plak




~SuZeRain~ 1


Chapter 1

             Tiga hari Revan tersiksa. Tanpa makan dan minum dan juga minim oksigen. Ia mulai kelihatan pucat dan malas membuka mata. Ia mengabaikan luka-lukanya dan memilih tertidur agar tidak merasakan apa-apa. Mungkin ia tampak seperti mayat yang terlantar, mungkin.
             Samar-samar, langkah kaki terdengar bergema hingga mau tak mau Revan membuka matanya untuk melihat siapa yang datang. Sesuai dugaannya, David dan Vincent datang dengan membawa-bawa sebilah pedang pendek yang pasti tajam.
             “Kondisimu mengenaskan, Revan.. Padahal aku hanya meminta mereka tidak memberimu makan dan minum selama beberapa hari,” ujar David tenang. Dalam hati Revan mengutuk orang itu sebanyak-banyaknya agar ia masuk ke neraka paling rendah bersama pendosa lainnya.
             “Kau iblis,” gumam Revan tanpa bergerak. “Mau apa kau kemari? Kukira kau ingin membiarkan aku mati membusuk disini.”

~SuZeRain~ Prolog


~Prolog~
             Sejak zaman dulu, ada empat klan besar yang menanamkan kekuasaannya di tanah yang sama. Keempat klan itu memiliki caranya sendiri dalam memegang kekuasaan dan keempatnya terbagi dalam wilayahnya masing-masing. Daerah utara dikuasai klan Rainlord, daerah timur dikuasai klan Petervine, bagian selatan dikuasai klan Blackwill, dan yang ada di barat dikuasai klan Nightford. Wilayah masing-masing klan sebenarnya sangat luas, sehingga ada klan level dua yang kemudian menguasai beberapa wilayah bagian. Dalam masalah luas wilayah, klan Petervine-lah pemilik wilayah terluas dan menjadi klan terkuat sehingga terbitlah sebuah perjanjian yang menyatukan empat klan itu. Empat wilayah itu bersatu dibawah pimpinan salah satu klan tanpa menghapus hak dan kewajiban klan-klan lainnya, dengan membebankan urusan pertahanan keamanan wilayah dan diplomasi eksternal pada pemimpin utama. Sedangkan kewenangan pemerintah sebagian dilimpahkan pada klan-klan dibawahnya.
             Klan Petervine menjadi pemimpin bagi semua klan. Itu merupakan keputusan final yang dibuat dalam suatu perjanjian damai. Dalam perjanjian itu tertulis jelas bahwa klan yang terkuatlah yang akan memimpin. Maka dari itu, seluruh klan yang tidak lebih kuat dari Petervine tunduk patuh pada perjanjian yang ada. Semua berjalan lancar dan damai. Tapi, kedamaian itu kini mulai retak..      

Sunday, May 27, 2012

Curhat GAJE Part 2 =.=

Oke.. Ketemu lagi dalam sesi curhat.. hahahaha XD

Hari ini aku masih sakit. Kemarin demam tinggi, tapi syukurlah hari ini udah bisa keluar keringet dinginnya.. Moga aja cepet sembuh yak? wehehehehe

Nah, aku mau cerita lagi nih.. Lanjutan yang kemaren.. wkwkwk

Thursday, May 17, 2012

L'Arc~en~Ciel - Yuki no Ashiato

Toiki ga sutto nobotte fuyumeku sora tokedashita
Sunda kuuki ni kokoro wa arawaretesa ka noboru

Tachidomattari, mawarimichi wo shita kedo
Hitotsu hitotsu ga taisetsu na kioku

Wednesday, May 16, 2012

L'Arc~en~Ciel - My Dear

Saa ai wo sagashite mite goran fukai mori no mukou e to
(real love, my dear, is not for sale.)
zutto me wo korashitemo boku wa mitsukerarenakatta kedo
(real love, my dear, is hard to find.)

Tralalalala~ Gaje dan Nggak Penting~

Aku penakut banget ya? Ato paranoid? ato perfeksionis? Ato apa? Kenapaaaaa~~

Jadi gini ceritanya.. *ehm

Monday, May 7, 2012

FF Nathael x Dennis - YOU


           
Pemuda manis berambut biru itu diam. Matanya tampak berkaca-kaca saat tanpa sengaja berpapasan dengan mantan kekasihnya yang kini menjadi salah satu bintang terkenal. Harus diakuinya bahwa ia tak sungguh ingin mengakhiri hubungannya saat itu, tapi demi karir kekasihnya ia rela melukai dan membohongi dirinya sendiri.
                “Dennis..?” panggil mantan kekasih pemuda itu.
                Pemuda berambut biru gelap bernama Dennis itu menggeleng. memberi isyarat agar tak mendekat. Ia takut jika nanti akan membuat skandal yang merusak karir kekasihnya itu. Secepat mungkin ia berlari menjauh.
                Sementara itu, sang mantan kekasih—Nathael—diam dan bingung. Ia khawatir jika Dennis benar-benar membencinya. Sejurus kemudian ia berlari mengejar Dennis dan akhirnya berhenti di depan rumah Dennis. Ia baru tahu jika Dennis telah pindah rumah dan tinggal disana. Namun sayangnya ia tak bisa masuk karena ada beberapa orang yang meminta tanda tanggannya. Itu sangat mengganggunya, tapi apa daya.
                Dari dalam rumah, Dennis hanya bisa memandangi kekasihnya itu penuh rasa rindu. Titik-titik air matanya mulai mengalir dan membasahi pipinya.
                “Haruskah aku menjilat liurku sendiri? Aku sungguh merindukanmu, Nathael,” gumamnya.

Wednesday, May 2, 2012

My Indonesia



Seperti pohon yang terus berbunga..
Seperti langit penuh cahaya..
Kau sederhana..
Namun menyimpan berbagai pesona..

Alammu.. sempurna..
Hutan rindang meraja..
Tambang bumi sejahtera..
Dan budaya memperkaya..

Namun kini..
Semua hanya seperti mimpi..
Atau sekedar sejarah dan ilusi..
Karena semua tiada lagi..

Kita serahkan semua kekayaan
Sedang kita tak menerima sedikitpun
Harapan masa lalu kini telah tertelan
Eksploitasi tiada berperikemanusiaan

Bukan kita yang menikmati..
Dan justru makin diperbudak..
Kekayaan kita sendiri..?
Bagaimana nasib keturunan kita kelak?

Mimpi yang kini telah melebur bersama emas yang hilang..
Harapan yang tertelan suara bising kekejian..
Dan kekuatan yang kalah oleh kekuasaan..
Melepaskan segalanya terbang melayang..

Aku berdiri menatap..
Tapi tidak meratapi..
Bukan dendam yang mengalir..
Tapi aku ingin mengalirkan harapan..

Hanya membawa kekuatan dari diri..
Berpegang pada semangat dan harapan..
Berjuang mengambil kembali kejayaan..
Mimpi indah masa lalu agar bersemi..

Tidak kuharap penghargaan..
Cukup dengan kejayaan
Untuk Indonesiaku malang..
Indonesiaku sayang..

-Untitled- Holy Phoenix

RevanxRalph Fanfiction - MY VAMPIRE


Hari berlalu. Bulan purnama tampak megah di langit yang sepi. Ralph mulai membuka matanya setelah sekitar dua hari tertidur. Kulitnya lebih pucat, namun tak sdikitpun ia merasa lemas. Ada yang berbeda dari dirinya.

#Ralph’s POV
Aku terbangun? Apa yang terjadi? Apa aku sudah mati? Pikiranku kacau dan aku merasa ada yang aneh pada diriku.
“Apa yang terjadi?” tanyaku pada seorang pemuda yang duduk di kursi tak jauh dari ranjang tempatku berbaring.
“Kau bicara denganku?” jawabnya dingin. Mata merah yang sejernih darah. Jelas dia bukan vampire sembarangan. Begitu pikirku.

Tuesday, May 1, 2012

L'Arc~en~Ciel - Driver's High

atsukunatta gin no metariku hatto 
doukasen ni hi o tsukete ageru 
fushigi na hodo hai na kibun sa  
suna bokori o maki agete yukou 
himei o majirase bousou suru kodou 

Monday, April 30, 2012

YOHIO (Seremedy)





Kyaaaa~
He's really beautiful~ T.T I'm not as beatiful as him...

Mocca - Happy (OST Untuk Rena)

Life is just a Bowl of Cherries,
Sometimes it’s afraid filled with worries
Don’t be afraid, when things go wrong, just be strong.
When thing seems up in the air,
And everything is so unfair,
And you stumble and fall
Just pick yourself up and sing

the GazettE - REGRET

Hodoke kaketa ito ni kizuki
Zuuto tsunagi tometereba yokata
Afure dashite nagareta mono wa
Ano hi no kimi to onaji iro darou

Kimi ga suteta kotoba wo hiroi atsumeta
Nando mo mimi ni atete wa unazuite miseta
Kimi wo sagasenu imi to tomoru pinku no neon ni
Sakebi wa yagate kakikesarete kokei na jibun ni waraeta

Mocca - I Remember

I remember...The way you glanced at me, yes I remember
I remember...When we caught a shooting star, yes I remember
I remember.. All the things that we shared, and the promise we made, just you and I
I remember.. All the laughter we shared, all the wishes we made, upon the roof at dawn

L'Arc~en~Ciel - FLOWER

Sou ki zuite ita gogo no hikari ni mada
Boku wa nemutteru omoidouri ni naranai
Shinario wa tomadoi bakari dakedo
Kyou mo aenai kara
Beddo no naka me wo tojite
Tsugi no tsugi no asa made mo
Kono yume no kimi ni mitoreteru yo
Itsu demo kimi no egao ni yurete
Taiyou no you ni tsuyoku saite itai
Mune ga itakute itakute
Kowaresou dakara
Kanawanu omoi nara semete karetai!

L'Arc~en~Ciel - FINALE

Awaku hakanaga na utsukushisa
Kowasarenu you chizuka ni dakitoseta

Tsuki no kakurega de motomeau
Kanjitoruno wa sadame no setsunasa yo

Shinobiyoru kehai fusaidate
Oitsumerareta urei no kuchimoto ni fureta

L'Arc~en~Ciel - Hitomi no Jyuunin

Kazoe kirenai... demo sukoshi no saigetsu wa nagare
Ittai kimi no koto wo  
Dore kurai wakatteru no ka na?  
Yubisaki de chizu tadoru you ni wa  
Umaku ikanai ne  
Ki zuite iru yo fuan sou na kao 
Kakushiteru kurai 
Isogiashi no ashita e to teikou suru you ni 
Kake mawatte itemo fushigi na kurai...  
Kono mune wa kimi wo egaku yo

Sunday, April 29, 2012

FF RevanxRalph ~MY VAMPIRE~


TITLE : MY VAMPIRE
TYPE : FANFICTION
CHAPTER : 1
 GENRE : ROMANCE
                Tak seorangpun bisa memilih ingin dilahirkan oleh siapa, kapan, dan seperti apa. Dan, apapun hasilnya sekarang kita harus menjalaninya dengan sepenuh hati kita. Karena kehidupan adalah hal yang sangat berharga..

                Rumah itu tampak begitu megah. Atau sebenarnya pantas disebut sebagai istana. Desainnya sama persis seperti istana. Hanya saja, letaknya ada di tepi hutan terpencil yang tak seorangpun sudi bertandang. Ditambah lagi aura suram yang tampak menyelubungi kastil itu makin membuat manusia tak berani mendekat.
                Ya, manusia. Karena itu adalah istana yang dihuni vampire yang tersegel selama seratus tahun lebih. Dan, jika ada manusia yang menyerahkan aura hidupnya pada vampire itu, maka vampire itu akan terlepas dari segelnya dan bebas. Dan manusia itu akan terjebak antara hidup-mati. Itulah serangkaian kisah legenda yang turun-temurun tersebar disana. Hingga kini tak ada seorangpun yang melanggarnya. Kecuali seseorang..
                #Ralph’s POV
                Hujan salju hari ini begitu lebat. Tepat di hari kematian seuluruh keluargaku ini, aku malah tersesat. Aku bodoh sekali dalam hal mencari jalan pulang, harus kuakui. Aku ingin menemani keluargaku yang pasti kedinginan di dalam tanah, tapi bukankah itu khayalan tingkat tinggi? Hidupku akan jadi bagaimana tanpa mereka, ya? Aaah, pikiranku sampai mana-mana gara-gara salju dingin ini!
                “Eh? Apa ini? Kastil?” gumamku saat aku tepat berdiri didepan jembatan sebuah kastil. Aku ingat, bahwa ini kastil terlarang. Nenekku pernah mendongengkan hal itu ketika aku berusia lima tahun. Hm, sekitar  dua atau tiga belas tahun lalu kira-kira.
                Meski aku tahu nyawaku bisa saja dalam bahaya jika masuk ke kastil yang katanya terkutuk itu, tapi aku bisa mati kedinginan jika tetap disini. Bodohnya aku. Entah setan apa yang merasukiku, aku masuk kesana dan berjalan seperti telah dipandu oleh sesuatu. Sunyi sekali..
                #Ralph’s POV End

                #Revan’s POV
                Dalam tidurku, aku rasakan aura manusia yang hangat. Seratus tahun aku menunggu, dan baru hari ini aku merasakan aura manusia lagi. Dari balik tidurku, sengaja kupandu alam bawah sadarnya menuju tempatku. Semoga saja ia mudah kuambil nyawanya.
                #Revan’s POV End

               
                #Author’s POV
                Pemuda berambut ungu yang bernama Ralph itu terus berjalan menuju suatu tempat. Ia menuruni tangga hingga langkahnya terhenti di ruangan luas dengan cahaya lilin abadi yang mengelilingi ruangan luas itu. Sesosok pemuda yang tampak sebaya dengan Ralph duduk di sofa besar dengan menggenggam mawar hitam di tangan kirinya. Rantai perak yang melilit tangan, kaki, bahkan lehernya itu terhubung pada setiap simpul pola aneh yang tergambar diatas lantai marmer dingin itu. Ralph berdiri tepat didepan batas pola itu. Mata ungu Ralph  menatap pemuda berambut marun dengan kulit pucat dan pakaian bangsawan yang serba gelap itu penuh rasa takut.
                “Kenapa aku ada disini?” Tanya Ralph pada dirinya sendiri.
                “Aku yang membawamu,” jawab sebuah suara dalam kepalanya.
                “Siapa kau?” Tanya Ralph ketakutan.
                “Aku adalah orang yang ada dihadapanmu itu.”
                #Author’s POV End

                #Revan’s POV
                “Siapa kau?” kudengar pemuda manis berambut ungu dihadapanku itu bergumam. Aku hanya menjawab lewat pikirannya. Telepati.
                “Aku adalah orang yang ada dihadapanmu,” jawabku lewat pikiran. “Maukah kau membantuku?”
                Ketika aku bertanya, pemuda itu diam. Aku entah kenapa bisa merasakan aura kehidupan mengalir melalui rantai-rantaiku. Ada apa ini?
                Ketika aku sibuk dengan rasa panas yang mengaliri tubuhku, kudengar samar-samar pemuda itu berkata, “Selain dengan memakan kehidupan, seorang vampire yang dikutuk bisa dibebaskan dengan darah manusia yang kesepian.”
                Apa? Dia.. Meneteskan darahnya diatas teritori terlarang?! Dia melepaskan segelku? Kenapa.. Padahal dia bisa mati jika tak mampu menahan efek samping dari segel ini. Apa ia tidak tahu?
                “Kenapa kau lakukan ini? Kau bisa mati,” gumamku pada hatinya.
                “Tidak apa-apa. Aku tahu apa yang kulakukan,” jawabnya.
                Rantai segelku lenyap. Mawar hitam yang kugenggam kembali memerah. Dan lilin abadi disekelilingku menyala dasyat dan segera padam bersamaan dengan berhembusnya nafasku yang pertama..
                #Revan’s POV End

                #Ralph’s POV
                Sungguh iblis apa yang menjebakku!! Aku meneteskan darahku yang mengalir dari luka yang tiba-tiba kubuat. Ah, aku mungkin akan terjebak antara hidup-mati seperti cerita orang. Tapi, apa maksudnya ya?
                “Kenapa kau lakukan itu?” kudengar pemuda itu berbisik dalam hatiku. Jujur saja aku tiba-tiba merasa harus menolongnya. Padahal, ia adalah vampire.
                Mawar yang ia genggam perlahan memerah. Tanda bahwa ia akan hidup lagi. Dan saat ia menghembuskan nafas pertamanya, api lilin disana seolah meledak dan segera padam. Aku takut dan ingin lari, tapi tak bisa..
                “Terimakasih, manusia,” ujar pemuda itu. Kali ini ia menggunakan mulutnya. Tapi, aku tak bisa bergerak. Tubuhku gemetar saat pemuda itu mendekatiku.
                “A-apa maumu?” tanyaku gagap.
                “Ketika vampire disegel, ia tak meminum darah.”
                Aku terperanjat. Tiba-tiba leherku terasa dingin dan jendela tiba-tiba terbuka karena angin kencang. Aku mundur beberapa langkah, namun sialnya aku tetap terpojok.
                “Ah, aku seperti dihadapkan pada kematian..” gumamku dalam hati pasrah.
                #Ralph’s POV End
                #Revan’s POV
                Tiba-tiba saja aku haus. Sebenarnya niatku adalah tidak meneguk darahnya setetespun, tapi kelihatannya itu mustahil.
                Aku tahu ia ketakutan. Tapi, setidaknya aku tidak berniat membunuhnya.
“Siapa namamu?” kucoba membuatnya tenang.
“Ralph Christian Robin,” jawabnya parau.
Kurengkuh tubuhnya yang hangat itu. Kuseret ia dalam pelukanku. Dan, kuhisap darahnya dari lehernya tanpa izin. Benar-benar hangat dan terasa begitu nikmat. Aku tak peduli pada rintihannya dan pemberontakannya terhadapku. Aku hanya peduli pada darah..
#Revan’s POV End
#Ralph’s POV
Aku tak bisa membantah. Ada apa ini?! Aku membiarkan vampire ini menghisap darahku? Kenapa? Dan, kenapa aku tak ingin melepaskan diriku dari pelukan ini? Kenapa? Ada apa denganku!! Terkutuklah iblis yang merasukiku!!
“Aku mohon.. Hen-Hentikaan,” rintihku setelah aku merasa banyak darahku yang diteguknya. Pandanganku menggelap, aku sangat lemas..
“Hm?” hanya gumaman pelan yang ia lontarkan sebagai jawabannya.
Angin dari jendela yang sejak tadi tak tertutup menusuk tulangku. Tubuhku terasa aneh. Aku pusing sekali. Dan, kesadaranku menjauh……..
“Maaf,” kudengar gumaman itu dari bibirnya yang berlumur darahku itu. Aku tak membencinya. Kenapa bisa? Entahlah..
#Ralph’s POV End
#Author’s POV
Revan menyadari bahwa ia telah menghisap terlalu banyak darah Ralph. Ia merasa bersalah atas tidakannya, tapi ada daya. Ia tak bisa mengembalikan darah itu ke tubuh Ralph. Dengan kekuatannya, ia menyalakan lilin di kamarnya itu dan menggendong Ralph ke ranjang. Setelah digigit vampire, pilihannya hanya mati atau menjadi vampire juga…..