Chapter 7
Pagi mulai meretas
dinginnya malam yang menusuk tulang. Dennis membuka mata dan menyadari dirinya
sudah berada di tempat berbeda dari sebelumnya. Kasur yang besar dan nyaman
diletakkan di kamar yang memiliki banyak ventilasi. Sungguh tempat yang
membuatnya merasa nyaman.
Kemudian, ia baru
menyadari bahwa baju yang ia kenakan juga berbeda dari sebelumnya. Dalam hati
Dennis bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. Dan jika mimpi buruknya
terulang, kenapa ia diperlakukan sebaik ini? Kemudian, siapa pemuda yang kini
masih tertidur disampingnya itu? Dennis benar-benar tidak tahu apa yang telah
terjadi.
“Kenapa bangun? Ini
masih jam lima pagi,” tanya pemuda berambut hitam yang tidur disamping Dennis
itu. Suaranya yang berat membuat Dennis menoleh seketika dan terbelalak melihat
sepasang mata pemuda itu.
“Eh? Mata itu—“


