Sunday, July 29, 2012

SuZeRain Chapter 7


Chapter 7
             Pagi mulai meretas dinginnya malam yang menusuk tulang. Dennis membuka mata dan menyadari dirinya sudah berada di tempat berbeda dari sebelumnya. Kasur yang besar dan nyaman diletakkan di kamar yang memiliki banyak ventilasi. Sungguh tempat yang membuatnya merasa nyaman.
             Kemudian, ia baru menyadari bahwa baju yang ia kenakan juga berbeda dari sebelumnya. Dalam hati Dennis bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. Dan jika mimpi buruknya terulang, kenapa ia diperlakukan sebaik ini? Kemudian, siapa pemuda yang kini masih tertidur disampingnya itu? Dennis benar-benar tidak tahu apa yang telah terjadi.
             “Kenapa bangun? Ini masih jam lima pagi,” tanya pemuda berambut hitam yang tidur disamping Dennis itu. Suaranya yang berat membuat Dennis menoleh seketika dan terbelalak melihat sepasang mata pemuda itu.
             “Eh? Mata itu—“

Saturday, July 28, 2012

SuZeRain Chapter 6


Chapter 6
             “Ralph, kapan kalungku dikembalikan?” tanya Dennis setengah merengek. Sudah hampir seminggu Revan ‘menyita’ kalung Dennis.
             Ralph tersenyum. “Sabarlah. Ia sedang berusaha mengembalikan masa lalumu dan membuka amasa depanmu.”
             “Aku tidak mengerti.”
             “Kau akan mengerti nanti..”
**
             Revan duduk bersandar di kursi kerjanya. Mata tajamnya sibuk meneliti kalung Dennis hingga akhirnya ia berhasil menggabungkannya dengan liontin kalung yang ia punya.
             “Benar-benar menarik..” gumamnya saat berhasil menemukan ‘fungsi tersembunyi’ dari kalung itu. Ia tersenyum puas dengan hasil yang ia dapat.

Friday, July 27, 2012

SuZeRain chapter 5


Chapter 5

             “Oh, jadi begitu?” Revan hanya menanggapi dengan nada datar. “Siapa namanya?”
             “Dennis,” jawab Dennis pelan.
             “Oh. Baiklah Dennis, kemarilah. Ralph, siapkan kamar untuk anak ini,” perintah Revan.

Thursday, July 26, 2012

SuZeRain Chapter 4


Chapter 4
             Ralph terbayang sosok anak berambut biru yang menabraknya beberapa waktu lalu. Wajah ketakutan dan panik anak itu sama sekali tidak bisa hilang dari kepala Ralph. Apalagi mata berwarna biru safir itu mirip sekali dengan deskripsi orang yang Nathael cari. Ia segera pergi ke wilayah yang biasanya menjadi markas para mafia, dan juga tempat ia menghabiskan masa kanak-kanak..

             Ralph berjalan menyusuri jalanan yang begitu sepi. Ini sudah hampir tengah malam, pasati kegiatan prostitusi sedang berjalan. Ralph menangkap bayangan anak berambut biru yang telah menabraknya beberapa waktu lalu itu duduk di balik pagar berduri. Ralph melihat sekeliling, dan rasanya ia seperti kembali ke rumah. Walau ia sangat membenci tempat ‘kotor’ ini, nyatanya tempat ini pernah menaunginya selama sepuluh tahun.
             “Apa yang kaulakukan disini? Kau harus mencari uang.”
             “Aku lelah,” terdengar anak itu membantah.
             “Kau—“ terdengar suara cambukan dari tempat anak itu tadi duduk. Kini ia tak sendirian, ada seseorang yang berdiri diepan anak itu.

Wednesday, July 25, 2012

Fanfiction (Vincent x Ara)

[SuZeRain] Vincent x Ara

            “Terlambat lagi, Aranda?” Tanya seorang petugas kedisiplinan yang jadi begitu mengenal Aranda Kurotori karena terlalu sering terlambat.
            “Maaf,” ujar Ara pelan. Ia menggaruk rambut hitamnya yang tidak gatal. Ia harus akui ini keselian kalinya ia terlambat bahkan dalam minggu ini.
            “Masuklah. Aku hari ini tidak akan menghukummu. Anggap saja aku sedang baik hati.”
            “Sungguh?!” mata Ara berbinar mendengarnya. Pemuda bernama Reito Tetsuya itu hanya mengangguk.
            Ara berlari secepat kilat menuju kelasnya yang terletak di ujung koridor. Meninggalkan seseorang yang tanpa diketahinya sebenarnya sengaja terlambat untuk menemaninya.

SuZeRain Chapter 3


Chapter 3
             Revan benar-benar mencarikan apa yang diinginkan Nathael. Sedangkan Nathael juga menepati semua janjinya pada Revan. Ia telah berjanji akan menjadi pelindung bagi Revan, terlebih setelah mengetahui bahwa mereka memiliki musuh yang sma.
             Ralph terus mengawasi Nathael sembari mencoba melacak keberadaan Dennis Alucard Blackwill yang diperkirakan tinggal tak begitu jauh dari tempat tinggal mereka sekarang. Tak jarang Revan ikut turun ke lapangan untuk mencari keberadaan anak yang kelihatannya tidak bodoh karena berhasil memanipulasi data asli yang tersimpan di S.S.S.
             “Tuan.. Tidak apa-apa sebenarnya jika hanya aku yang pergi, ‘kan?” tanya Ralph.
             “Panggil namaku. Aku tidak butuh panggilan seperti itu,” Revan mengalihkan pembicaraan.
             “Baiklah, Revan..”

SuZeRain Chapter 2

             Chapter 2
                “Pyarr!!”
             “Ah, maafkan aku,” ujar Revan saat tangannya tak sengaja mendorong gelas hingga terjatuh dari meja. Matanya diturupi perban sehingga ia tak bisa melihat. Ada rasa kesal saat ia merasa tak pernah bisa melakukan hal-hal yang seharusnya ia lakukan sendiri..
             “Tidak apa-apa. Lain kali, mintalah bantuanku.. Jangan paksakan dirimu,” ujar Ralph seraya segera membersihkan pecahan kaca.
             “Aku benci menjadi tidak berguna,” ujar Revan yang hanya diam mematung.
             “Tuan—“

Tuesday, July 3, 2012

Ralph Christian Robin


Artline-nya punya Ara. Warnanya punya Epan. Tapi karena gambarnya dibuat untuk Epan, maka gambar ini punya Epan. Orisinalitas karakternya punya Epan, orisinalitas gaya gambar punya Ara karena ini OC punya Epan. wkwkwk